Aku benci ini
Aku benci itu
Aku benci kau
Aku benci dia
Aku benci aku
Aku muak
Lapuk
Ringkih
Lemah
Hampa
Undang aku sang lara
Aku hendak menari
Memutari sang teja
Lalu aku hangus
Abu
Sedih aku
Haru aku
Tangis aku
Tak berdaya sayangnya
Lelahnya menyeret mimpi
Tersaruk di atas rekahan tanah
Kesakitan jadi nafas
Kemanisan jadi rembulan
Hambar
Tanpa makna
Mengalir tanpa muara
Dengan sayu kau bernyanyi tentang cinta
Semua tak guna
Aku sudah tak kenal
Aku pernah kenal
Tapi aku lupa
Kau yang menata
Lalu jemarimu hancurkannya
Sayang aku masih rindu
Rindu kebodohan itu
Aku masih sakit
Sakit karena kecerdasan
Aku ingin kembali bodoh
Sedetik saja
Lalu aku baru memilih
Cerdas atau begini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar